Soekarno, Soeharto, dan Partai Politik (2): Era Musim Semi dan Pemilu 1955

0
236

Sistem kepartaian seperti apa yang seharusnya dianut Indonesia? Berapa jumlah partai yang sebaiknya berdiri di Indonesia? Sejak Indonesia merdeka, soal ini menjadi perdebatan di kalangan founding fathers bangsa ini. Dan, persoalan tersebut, belum selesai diperdebatkan sampai saat ini. Berikut dinamika partai dan sistem kepartaian di Indonesia sejak Indonesia merdeka hingga pengujung Orde Baru:

Sejak keluarnya maklumat, partai politik pun tumbuh bak jamur di musim hujan. Inilah era multipartai pertama setelah Indonesia merdeka. Berbagai partai yang sebelumnya telah dibubarkan Jepang kembali berdiri dengan nama yang sama, begitu pun dengan partai-partai baru. Mereka semua harus berkonsolidasi dalam waktu singkat, yaitu dua bulan, untuk mengikuti pemilu Januari 1946.

Namun, pemilu urung digelar sesuai jadwal. PK Poerwantana mencatat ada dua sebabnya. Pertama, saat itu sedang terjadi revolusi untuk mempertahankan kemerdekaan. Kedua, terjadi pertikaian internal di lembaga politik dan pemerintahan, di samping belum ada undang-undang yang mengatur pelaksanaan pemilu.

Pemilu baru dilaksanakan pada 1955 atau sepuluh tahun setelah Indonesia merdeka, setelah situasi lebih baik. Terutama, setelah Belanda telah mengakui kedaulatan RI pada tahun 1949.

Biro Humas KPU dalam Pemilu Indonesia dalam Fakta dan Angka Tahun 1955-1999 mencatat ada sekitar 178 tanda gambar kontestan pada pemilu pertama ini. Ada partai politik, organisasi massa atau LSM, ada pula perseorangan.

Pemilihan anggota DPR digelar 29 September 1955. Sedangkan, pemilihan anggota Konstituante digelar 15 Desember 1955.

Kendati pesertanya bejibun, Pemilu 1955 menghasilkan empat partai mayoritas, yang meraih suara dan kursi di atas 70 persen, yaitu Partai Nasional Indonesia (PNI), Partai Politik Islam Indonesia Masjumi, Nahdlatul Ulama, dan Partai Komunis Indonesia (PKI). Pada pemilihan anggota DPR, keempat partai ini meraih 77,99 persen suara.

Sedangkan, pada pemilihan anggota Konstituante, persentasenya lebih besar, yaitu 79,5 persen (lihat tabel Hasil Pemilu 1955).

HASIL PEMILU 1955

Bersambung…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here