Skandal Dana Kampanye (3): Kuasa Pemodal dan Bahayanya

0
325

Dikuasai pemodal. Demikian kesimpulan Indonesia Corruption Watch (ICW) tentang pendanaan kampanye di Indonesia, sebagaimana tertulis dalam buku Korupsi Pemilu di Indonesia. ICW mengungkapkan, fenomena partai politik dan kandidat dikuasai oleh pengusaha sudah bukan barang baru di Indonesia.

Photo: Geralt/Pixabay

Sejumlah partai besar bahkan menjadikan pengusaha kaya sebagai elite partai, karena tingginya kebutuhan membiayai aktivitas partai. Fenomena ini dapat menyebabkan partai terkooptasi, serta menghancurkan sistem pengambilan keputusan yang demokratis di internal partai. Kontrol konstituen terhadap partai pun menjadi tak mungkin dilakukan, bila isunya bertentangan dengan kepentingan cukong.

Buntutnya, terbentuklah kemudian rezim oligarkis yang berisi jalinan kepentingan bisnis bercampur dengan kepentingan politik. Pamrih politik pemodal itu, antara lain lewat lewat back up kepentingan bisnis. Kekuatan politik yang mengontrol birokrasi, kemudian memberi keleluasaan bagi pemenangan proyek-proyek. Pada pemilu berikutnya, para pemodal ini kembali mengucurkan dana kampanye, dan seterusnya.

Tanpa aturan main yang kuat —juga penegakan hukum yang keras seperti di Jepang dan Korea— lingkaran setan korupsi itu akan sulit diputus. Dan, pesta demokrasi hanya akan menjadi pesta para bandit.

Irisan penting

Bekas Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW, Ibrahim Fahmy Badoh, mengingatkan pemilu legislatif dan pemilu presiden, bukan hanya menjadi momentum perguliran kekuasaan secara nasional. Perhelatan demokrasi itu, kata dia, penting dilihat sebagai perubahan konstelasi ekonomi, politik, dan sosial baru.

“Dan, persoalan dana kampanye berada pada irisan penting antara perguliran kekuasaan politik dan pergeseran kekuasaan ekonomi, mengikuti bandul kekuasaan,” kata Fahmy kepada penulis, Oktober 2011 lalu.

Karena itu, Fahmy meminta pendanaan partai dan pendanaan kampanye selalu menjadi fokus pantauan publik. “Karena aliran dana politik dipercaya menjadi sebab sekaligus akibat dari lingkaran setan korupsi politik,” katanya. Bersambung…

BAGAIMANA UANG MEMENGARUHI POLITIK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here