Seberapa Besar Ukuran Parlemen? Taagepera: Sebesar Jantung dalam Tubuh

0
323

Adakah patokan untuk menentukan jumlah kursi DPR, yang merupakan ukuran dari besaran parlemen? Umumnya, orang akan menjawab bahwa jumlah penduduklah yang menjadi patokannya. Tapi, bagaimana cara menghitungnya? Ataukah semuanya diserahkan kepada kemauan para politisi?

Gedung Capitol. Photo: Skeeze/Pixabay

Soal besaran parlemen ini, telah menjadi topik bahasan para ahli politik dan pemilu, sejak dekade 1970-an lalu. Robert A Dahl, misalnya, membahasnya dalam Size and Democracy. Rein Taagepera mengupasnya dalam The Size of National Assemblies serta Seats and Votes. Lucas dan Mc-Donald mengurainya dalam Is It Time to Increase the Size of The House of Representatives?

Dari semua studi itu, Rein Taagepera lah yang paling banyak dirujuk. Terinspirasi dalil biologis yang menyatakan besaran jantung manusia adalah akar pangkat tiga dari tubuh manusia, ahli fisika dari Universitas California, ini, merumuskan apa yang kini dikenal sebagai cube-root law. Yaitu, besaran DPR adalah akar pangkat tiga dari jumlah populasi di sebuah negara. Rumusnya adalah S=P⅓, di mana S adalah jumlah kursi, dan P adalah populasi atau jumlah penduduk.

Besaran DPR adalah akar pangkat tiga dari jumlah populasi sebuah negara.

Tapi, rumus itu untuk negara maju. Untuk negara berkembang, yang dihitung bukanlah total penduduk, melainkan hanya penduduk aktif, yaitu yang melek huruf dan kelompok usia kerja. Sehingga, persamaannya adalah S=Pa⅓, di mana S adalah kursi dan Pa adalah penduduk aktif. Dengan ukuran parlemen seperti itu, DPR tidak terlalu besar, dan tidak pula kekecilan. Dan, diasumsikan akan terjadi interaksi yang lebih baik antaranggota DPR, maupun anggota DPR dengan konstituen.

Rein Taagepera. Photo: Lauri Kulpsoo/Wikipedia

“Metode-metode ini bukanlah sebuah panasea. Tapi, cukup berguna untuk menjawab berbagai masalah dalam studi politik,” kata Taagepera dalam kesimpulan papernya, Limiting Frames of Political Games: Logical Quantitative Models of Size, Growth and Distribution.

Kalau begitu, bagaimana keadaan parlemen Indonesia saat ini?

Ramlan Surbakti dkk, dalam Menyetarakan Nilai Suara; Jumlah dan Alokasi Kursi DPR ke Provinsi, menyatakan dengan jumlah penduduk sebanyak 226.066.129 pada tahun 2009 lalu, dengan 90 persen melek huruf dan angkatan kerja sebanyak 50 persen, idealnya jumlah anggota DPR hanya 467. Sehingga, ukuran DPR periode 2014-2019 yang memiliki 560 kursi, adalah kebesaran!

“Parlemen yang terlalu ramping kurang representatif terutama untuk mengakomodasi persoalan yang menyangkut minoritas, keterwakilan perempuan, dan perbedaan generasi. Namun, jika kursi ditambah, akan muncul persoalan pemborosan dan efisiensi,” simpul Ramlan dkk. ■

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here