Pengawas Pemilu (4): Bukan Wasit, Hanya Hakim Garis

0
346

Pada Pemilu 2009, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) berubah nama menjadi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan diatur UU tersendiri bersama KPU, yaitu UU No 22/2007 tentang Penyelenggara Pemilu. Namun, baik Panwas maupun Bawaslu, dinilai sama belaka.

Photo: Chiraphat/Pixabay

“Bawaslu seperti hakim garis dalam permainan sepak bola. Hakim garis mengangkat bendera kalau ada pelanggaran. Tapi, wasit yang sejati dalam konteks itu adalah KPU untuk pelanggaran administrasi pemilu, dan penyidik Polri untuk pelanggaran pidana pemilu,” kata Ketua Bawaslu 2007-2012, Nur Hidayat Sardini, kepada penulis, akhir Juli 2011 lalu.

Ketidakefektifan lembaga pengawas pun menuai kritik deras dari banyak kalangan, yang berakhir dengan dua solusi: dibubarkan atau diperkuat. Perludem yang didirikan sejumlah mantan anggota Panwaslu 2004, malah merekomendasikan Bawaslu dibubarkan.  “Pembubaran tidak melanggar konstitusi,” kata Titi.

Pendapat berbeda disampaikan Hadar Nafis Gumay. Dia mengatakan, umumnya negara demokrasi mapan, memang menyerahkan pengawasan pemilu kepada KPU dan masyarakat. Tapi, itu karena banyak hal sudah berjalan sesuai aturan, lembaga-lembaga yang ada bisa diandalkan, dan kepercayaan masyarakat yang tinggi kepada sistem.

Dia mengingatkan, sejumlah negara kini mulai berpikir untuk memisahkan pengawas pemilu. Hadar mencontohkan Thailand dan Filipina. Di kedua negara itu, KPU punya kewenangan quasiyudisial untuk memutus pelanggaran. Tapi, KPU kemudian mengeluh, karena pengawasan menyita perhatian dan energi. Akibatnya, pelaksanaan pemilu keteteran. “Mereka menghendaki pengawasan dilakukan lembaga di luar KPU,” kata anggota KPU 2012-2017, yang kini menjadi peneliti senior Netgrit.

Jika di Indonesia pengawas pemilu dibubarkan, kemudian KPU dibebani dengan tugas pengawasan, Hadar menilai KPU juga bisa keteteran. “Tanpa diberi tugas itu saja, pemilu sudah keteteran. Mau dikasih begituan lagi? Nggak lah,” tandasnya.

Bersambung…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here