Pengawas Pemilu (3): Tafsir Dua Institusi

0
180

Keberadaan panwas, juga tetap dipertahankan pascaamandemen konstitusi. Pasal 22E ayat (5) UUD 1945 menyatakan “Pemilihan umum diselenggarakan oleh suatu komisi pemilihan umum yang bersifat nasional, tetap, dan mandiri.”

Photo: Pexels/Pixabay

Direktur Eksekutif Perludem, Titi Anggraini, mengatakan penulisan komisi pemilihan umum dengan k kecil, p kecil, dan u kecil, di Pasal 22E, merupakan sebuah politik hukum yang terbuka (open legal policy). Pembuat UU bisa menerjemahkannya menjadi satu institusi saja, yaitu hanya KPU —yang bertugas melaksanakan dan mengawasi pemilu.

“Bisa pula diterjemahkan menjadi dua institusi: KPU dan Panwas. Yang satu melaksanakan pemilu, yang satu mengawasi pemilu. Kalau menjadi dua institusi, harus sama-sama bersifat nasional, tetap, dan mandiri. Tidak boleh ada dependensi,” papar Titi kepada penulis, akhir Juli 2011.

Dan, pembuat UU kemudian menerjemahkannya menjadi dua institusi. UU No 12/2003 tentang Pemilu Legislatif menyatakan Panwas Pusat dibentuk oleh KPU. Selanjutnya, Panwas Pusat membentuk Panwas Provinsi, dan seterusnya. Garis pertanggung jawaban sesuai institusi pembentuk.

Keanggotaan berubah

Keanggotaannya kembali berubah. Pasal 124 UU No 12/2003 menyatakan anggota Panwas harus berasal dari unsur kepolisian, kejaksaan, perguruan tinggi, tokoh masyarakat, dan pers.

Tugas dan wewenang Panwas adalah mengawasi semua tahapan pemilu, menerima laporan pelanggaran peraturan perundang-undangan pemilu, menyelesaikan sengketa yang timbul dalam penyelenggaraan pemilu, dan meneruskan temuan/laporan yang tidak dapat diselesaikan kepada instansi yang berwenang (pelanggaran administrasi ke KPU, dan pelanggaran pidana kepada polisi).

Karena kewenangannya tak sekuat Panwas Pemilu 1999, kinerjanya berubah. Persentase pelanggaran pemilu yang diselesaikan Panwas menurun drastis. Sebagian besar laporan pelanggaran diteruskan ke KPU dan polisi. Panwas, meminjam istilah mantan wakil ketua KPU, Ramlan Surbakti, tak ubahnya kantor pos: hanya menampung dan meneruskan.

Bersambung…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here