Pemilu Amerika 2020: Duel Generasi Kolonial

0
345

siapapun yang menang kelak — apakah Biden, Sanders, atau Trump– ketiganya akan menjadi presiden tertua dalam sejarah Amerika

“Maaf, pemilih milenial. Anda perlu membuang gagasan bahwa generasi baby boomers mengontrol segalanya. Karena saat tiba di nominasi presiden Partai Demokrat, para kandidatnya sudah terlalu tua untuk memenuhi syarat (too old to qualify). Bernie Sanders, 78, dan Joe Biden, 77, keduanya lahir pada Perang Dunia II….”

Photo: Chayka1270/Pixabay

Rangkaian kalimat itu ditulis seorang kolumnis, Gall Collins, dalam artikelnya di laman The New York Times. Artikel menohon tersebut berjudul The Presidency Is an Old Boys’ Club.

Ya, Pemilu Presiden Amerika Serikat 2020, menjadi panggung para politisi senior, yaitu Bernie Sanders dan Joe Biden dari Partai Demokrat, dan Donald Trump dari Partai Republik. Tak ada orang muda yang sanggup melawan kesaktian politik ketiganya. Tidak Pete Buttigieg, tidak Mike Bloomberg, tidak pula yang lainnya. Hal itu pada akhirnya membuat perhelatan final Pemilu Presiden Amerika pada 3 November 2020 mendatang, akan menjadi menjadi All American old boys.

Dari ketiga kandidat kuat tersebut, Donald Trump merupakan yang termuda. Trump lahir pada 14 Juni 1946, setelah berakhirnya Perang Dunia II. Meski demikian, Trump tentu tak muda lagi. Usianya sudah 73 tahun. Sebelas dua belas dengan Sanders dan Biden. Meminjam ungkapan dari Tanah Air, mereka sama-sama generasi kolonial.

Photo: Geralt/Pixabay

Bahkan, siapapun yang menang kelak — apakah Biden, Sanders, atau Trump– ketiganya akan menjadi presiden tertua dalam sejarah Amerika. “Pada Januari 2021 (saat pelantikan presiden AS terpilih – Red), tiga orang yang paling mungkin menjadi presiden berikutnya –Biden, Sanders, dan petahana, Donald Trump– masing-masing akan menjadi presiden tertua yang pernah memberikan pidato pengukuhan dalam sejarah Amerika,” tulis Derek Thompson.

Dalam artielnya di laman The Atlantic, yang diberinya judul Why Do Such Elderly People Run America?, Derek memulai tulisannya dengan menceritakan sebuah peristiwa ketika Joe Biden naik panggung di California, untuk merayakan hasil Super Tuesday. “Ada tiga hal yang terjadi dalam hitungan menit,” tulisnya.

Biden (kanan) dan Obama Photo: Janeb13/Pixabay

Antara lain, Biden sempat mengira istrinya adalah saudari perempuannya. Selain itu, dia menilai Biden terkadang menyampaikan retorika membingungkan yang sukar dipahami publik. Tapi, apakah itu keuntungan untuk Bernie Sanders? Tidak juga. Karena, kata Derek, orang pun tahu bahwa Sanders baru saja kena serangan jantung saat berkampanye.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here