Kisah Para Dukun Politik (7): Orba Tumbang, Polling Siuman

0
178

Sejak kapan jajak pendapat publik dalam kaitan dengan pemilu (election poll) digelar? Riwayatnya sudah hampir dua abad. Tapi, jajak pendapat modern seperti yang kita kenal sekarang menjelang pemilu dan pilkada, baru muncul setelah diperkenalkan oleh Gallup. Berikut kisah para dukun politik dan kesaktiannya, termasuk di Indonesia:

Survei politik siuman setelah Orde Baru tumbang. Fachry Ali, melalui Lembaga Studi dan Pengembangan Etika Usaha (LSPEU) memulainya dengan melakukan survei pada 1998. “Saat itu untuk mengukur popularitas Habibie,” kata bekas peneliti Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) ini kepada penulis.

BJ Habibie. Photo: Public domain

Tapi, survei politik benar-benar bangkit menjelang Pemilu 1999. Selain LP3ES, ada beberapa lembaga lain —baik dari dalam maupun luar negeri— yang menggelar survei tentang pemilu, yaitu Resource Productivity Center (RPC), (International Foundation for Election Systems (IFES), Litbang Kompas, dan Komite Pemberdayaan Pemilih (KPP)-Laboratorium Politik FISIP UI.

Dan, survei menjadi marak menjelang Pemilu 2004. Saat itu, setidaknya ada sejumlah lembaga yang melakukan survei tentang pemilu, yaitu LP3ES, IFES, Lembaga Studi dan Pengembangan
Etika Usaha (LSPEU), Badan Penelitian dan Pengembangan PDIP Perjuangan (Balitbang PDIP), Danareksa Research Institute (DRI), International Republican Institute (IRI), Lembaga Survei Indonesia (LSI), dan Soegeng Sarjadi Syndicated.

Hasil-hasil survei pra pemilu —juga quick count yang saat itu hanya digelar oleh LP3ES— cukup mengguncang. Terutama karena meramalkan Golkar sebagai pemenang pemilu dan SBY sebagai presiden. Sesuatu yang belakangan terbukti benar.

hanya dengan mencicipi satu sendok sup ayam, kita sudah dapat tahu rasa satu kuali sup ayam

Denny JA, LSI

Dalam tulisannya bertajuk Politik Jajak Pendapat yang dimuat Republika, 4 Oktober 2003, Direktur Eksekutif LSI, Denny JA, mengatakan jajak pendapat merupakan salah satu temuan terpenting di dunia kebijakan publik. Penemuan yang menurut dia sama pentingnya dengan penisilin dalam ilmu kedokteran dan penemuan roda dalam dunia otomotif.

Photo: Geralt/Pixabay

“Melalui jajak pendapat, hanya dengan menggunakan seribu atau dua ribu responden, kita dapat mengetahui persepsi, aspirasi, harapan, dan ketakutan dua ratus juta penduduk suatu negara,” tulis Denny JA.

Dia menganalogikannya dengan mencicipi satu sendok sup ayam, dan sudah dapat tahu rasa satu kuali sup ayam. Tapi, “Tentu saja analogi itu hanya tepat, jika pengambilan responden dan keseluruhan jajak pendapat itu mengikuti metodologi yang benar dan ketat,” kata Denny, mengingatkan.

Bersambung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here