Keterwakilan Perempuan di Parlemen 189 Negara

0
251

Gerakan diskriminasi positif (affirmative action) mengharu-biru permukaan bumi dalam beberapa dekade terakhir. Tapi, seperti apa hasilnya, sejauh ini? Berikut rangkuman data keterwakilan perempuan di parlemen menurut data Inter-Parliamentary Union (IPU). Data ini berdasarkan hasil pemilu terakhir yang digelar di 189 negara, yang di-update per 31 Mei 2012 lalu.

Photo: Geralt/Pixabay

Data ini mencakup negara yang menerapkan parlemen satu kamar unikameral (single house) maupun dua kamar atau bikameral—yang terdiri atas majelis rendah (lower chamber) dan majelis tinggi (upper chamber). Namun, data ini diurutkan berdasarkan ranking persentase keterwakilan perempuan dalam majelis rendah. Dalam data ini, keterwakilan perempuan di parlemen unikameral berada satu kolom dengan keterwakilan perempuan di majelis rendah parlemen bikameral. Dalam data ini, Indonesia berada di peringkat ke-89. Berikut data selengkapnya:

PEMILU INDONESIA: FAKTA, ANGKA, ANALISIS, DAN STUDI BANDING

PEMILU INDONESIA: FAKTA, ANGKA, ANALISIS, DAN STUDI BANDING

PEMILU INDONESIA: FAKTA, ANGKA, ANALISIS, DAN STUDI BANDING

PEMILU INDONESIA: FAKTA, ANGKA, ANALISIS, DAN STUDI BANDING

Keterangan: Data ini dimuat dalam buku Pemilu Indonesia: Fakta, Angka, Analisis, dan Studi Banding, yang terbit tahun 2014. Sebagian data ini bisa jadi telah telah berubah. Indonesia misalnya, pada Pemilu 2019, keterwakilan perempuan di majelis rendah (DPR) telah mencapai 20,87 persen, sedangkan keterwakilan perempuan di majelis tinggi (DPD) mencapai 30,88 persen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here