Angka Keterwakilan Perempuan Melejit, Sejarah Baru Tertoreh

0
447

Pemilu 2019 mencatatkan sejarah baru dalam perhelatan pesta demokrasi di Indonesia. Sebab, untuk pertama kalinya, keterwakilan perempuan di parlemen berhasil melejit sedemikian tingginya. Dan, ini tak hanya terjadi di satu kamar, tapi di dua kamar parlemen sekaligus.

Jumlah caleg DPR perempuan terpilih dalam Pemilu 2019 mencapai 120 orang atau 20,87 persen dari total 575 anggota DPR terpilih. Pada Pemilu 2014 lalu, caleg anggot aDPR perempuan terpilih berjumlah 97 orang atau 17,32 persen.dari total 560 anggota DPR terpilih. Dengan demikian, terjadi peningkatan sebesar 3,55 poin (percentage point).

Photo: Geralt/Pixabay

Jumlah caleg DPR perempuan yang terpilih dalam Pemilu 2019 belum mencapai angka ideal 30 persen, yang merupakan angka keramat dalam gerakan affirmative action. Meski demikian, dalam Pemilu 2019, untuk pertama kalinya dalam sejarah pemilu Indonesia, jumlah caleg perempuan terpilih berhasil menembus angka 20 persen.

Tapi, kabar yang lebih mengejutkan, terdengar dari kamar kedua parlemen Indonesia, yaitu Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Sebab, jumlah senator perempuan yang terpilih bukan hanya naik, tapi juga mampu menyundul angka keramat 30 persen. Jumlah caleg DPD perempuan terpilih dalam Pemilu 2019 ini mencapai 42 orang atau 30,88 persen dari total 136 calon anggota DPD terpilih dari 34 provinsi.

Pada Pemilu 2014 lalu, jumlah caleg perempuan terpilih dari DPD berjumlah 34 orang atau 25,76 persen dari total 132 anggota DPD dari 33 provinsi. Dengan demikian, terjadi peningkatan 5,12 poin. Angka yang signifikan.

Dipatok sejak 2004

Indonesia mulai menerapkan kuota perempuan di daftar caleg sejak Pemilu 2004. Saat itu, semua partai diminta mempertimbangkan keterwakilan 30 persen perempuan dalam daftar caleg. Langkah tersebut diperkuat dengan kebijakan zipper pada Pemilu 2009. Zipper adalah menempatkan satu caleg perempuan di setiap tiga caleg lelaki, atau biasa disebut juga formula one in three.

Keterwakilan perempuan 30 persen itu, mula-mula digagas lewat Undang-Undang No 12/2003 tentang Pemilu Legislatif. Pasal 65 Ayat (1) UU itu menyatakan: “Setiap Partai Politik Peserta Pemilu dapat mengajukan calon anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota untuk setiap Daerah Pemilihan dengan memperhatikan keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya 30 persen.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here